Write with Us

Sungai Musi Bersih Masih Jadi Impian

Suara Muda
Artikel ini ditulis oleh Yulia Savitri
Kapal tongkang membawa batubara melewati Jembatan Ampera Palembang (Dok. Yulia Savitri)
Bagaimana seyogyanya tindakan dan perencanaan tata kota yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini?

Saya membayangkan bagaimana jika Kota Palembang dapat kembali seperti sebutannya dahulu. Venesia dari Timur, kota di atas rawa dengan ratusan anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi.

Segala kegiatan berjalan dengan pola kehidupan sungai. Masyarakatnya tinggal di rumah panggung dan menjadikan sungai sebagai jalur transportasi seperti di Venesia. Anak-anak sekolah naik perahu menyeberangi sungai saat kabut pagi belum naik ke atas langit. Pedagang sayur berinteraksi dengan pembelinya dari atas perahu. Menarik sekali, bukan?

Sungai Musi: Dulu dan Kini

Tentu saja sulit untuk mewujudkannya. Mengingat, saat ini rawa dan anak sungai sudah beralih fungsi menjadi jalanan dan bangunan. Kehidupan masyarakat kini kebanyakan di daratan, terutama di kawasan hilir yang berkembang pesat selayaknya kota metropolitan. Tidak sedikit pula generasi muda yang semakin jarang naik perahu bahkan tidak mengenal berenang di sungai.

Namun begitu, Sungai Musi hari ini masih membelah Kota Palembang. Bantaran sungainya masih ada kehidupan. Masyarakat di sepanjang alirannya juga masih memanfaatkan Sungai Musi untuk memenuhi kebutuhan seperti mandi dan mencuci. Hanya saja, kondisi telah berubah. Sungai Musi kini keruh, dangkal, dan kualitas airnya dinilai menurun.

Antropolog dari UIN Raden Fatah Palembang, Amilda Sani, dalam sebuah kesempatan webinar pada Kamis 26 Oktober 2023 menyebut, setiap ada kegiatan manusia pasti ada perusakan lingkungan. Mengutip dari pernyataannya itu, bisa dikatakan kegiatan manusia menjadi salah satu penyebab Sungai Musi tercemar. Kegiatan beragam industri seperti batubara, juga kegiatan hotel, restoran, serta rumah tangga dapat mencemari sungai.

Ditambah kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai. Tumpukan sampah kerap terlihat di bawah Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) kalau sedang surut. Masalahnya adalah sampah yang dibuang masyarakat turut berubah. Dulu masyarakat membuang sampah organik yang bisa melebur dengan kondisi alam dan dapat menjadi makanan biota sungai. Sekarang sampah yang dibuang adalah sampah plastik hingga deterjen.

Pada Juli 2022 lalu, Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) bahkan menemukan permukaan Sungai Musi dipenuhi sampah plastik sekali pakai. Tim ini juga menemukan indikasi pencemaran mikroplastik dan bahan berbahaya di Sungai Musi. Hal ini tidak saja membuat sulit menemukan ikan-ikan sungai, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Apabila membayangkan kembali romantisme Venesia dari Timur sulit terwujud, kali ini saya memimpikan agar Sungai Musi tetap bersih terjaga dan lestari. Saya yakin, sungai yang bersih pasti akan mempengaruhi kualitas kesehatan untuk semua masyarakat sekitarnya.

Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat menjadi Harapan Baru

Bagaimana seyogyanya tindakan dan perencanaan tata kota yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini?

Bagaimana seyogyanya tindakan dan perencanaan tata kota yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini?

Presiden Joko Widodo meresmikan SPALDT di Palembang, Kamis, 26 Oktober 2023. (ist/BPMI Setpres)
Kota Palembang kini memiliki Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat yang diklaim dapat mengurangi pencemaran Sungai Musi. Tidak main-main, proyek ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis, 26 Oktober 2023.

Dalam kesempatan peresmiannya di kawasan Sei Selayur Palembang tersebut, Presiden Jokowi memastikan bahwa kehadiran instalasi pengelolaan air limbah ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan juga lingkungan sekitar.

Mengingat, Sungai Musi banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Tapi di sisi lain, kondisinya sudah tercemar limbah sehingga dapat membahayakan kondisi kesehatan masyarakat sekitar sungai.

Presiden pun mengapresiasi kehadiran SPALDT Sei Selayur yang merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi pemerintah Australia dengan pemerintah Indonesia. Rinciannya, investasi pemerintah Australia sebesar Rp690 miliar, pemerintah pusat Rp624 miliar, dan pemerintah daerah Rp24 miliar. Dia berharap proyek yang memberikan banyak manfaat nyata tersebut dapat terus dilanjutkan.

Saat ini, proyek SPALDT Sei Selayur diketahui baru dapat menjangkau 10 persen dari jumlah penduduk di Kota Palembang. Pengelolaannya melalui Perumda Tirta Musi mulai Januari 2024. Pihak Perumda Tirta Musi menyebut, untuk dapat mengoperasikan SPALDT setidaknya butuh 1.500 m3 limbah yang diolah dari rumah tangga.

Awasi Ketat Limbah Industri, Ubah Kebiasaan, dan Pemerataan Hulu Hilir
Warga mencuci di pinggiran Sungai Musi. (Dok.Yulia Savitri)
Seberapa efektif SPALDT dalam pengendalian pencemaran sungai? Pastinya, masalah pencemaran Sungai Musi semestinya mendapat perhatian yang lebih lagi kendati sudah ada SPALDT. Terutama untuk limbah industri-industri harus ada pengawasan ketat dari pemerintah.

Adapun untuk sampah di sungai, perlu diperbanyak edukasi perubahan perilaku masyarakat. Mungkin mengubah pola pikir ataupun kebiasaan untuk berhenti membuang sampah di sungai tidak mudah. Bila perlu berikan bantuan-bantuan teknis. Sebab, sudah saatnya masyarakat bantaran sungai menyadari pentingnya menjaga sungai. Cukup sudah melihat Wali Kota Palembang turun langsung untuk membersihkan sungai setiap hari minggu.

Pemerintah Kota Palembang tampaknya memahami bahwa topografi kota ini sebagian besarnya adalah kawasan rawa dan sungai. Diharapkan ada upaya strategis untuk menjaga Sungai Musi dalam perencanaan tata ruang kota ke depan. Pemerataan pembangunan hulu dan hilir juga penting dalam perencanaan Kota Palembang. Kawasan hulu dengan pemukiman padat masih butuh perhatian, terutama MCK dan sanitasi yang masih langsung ke sungai. Semua itu demi kesehatan untuk semua.

Tentang Penulis

Yulia Savitri merupakan seorang jurnalis yang berbasis di Kota Palembang. Ia memiliki pengalaman bertahun-tahun sebagai koresponden dan reporter untuk media-media ternama nasional dan internasional, seperti MNC Koran SINDO dan The Jakarta Post
Made on
Tilda